Sabtu, 31 Juli 2010

FORMAT SURAT LAMARAN PEKERJAAN

Sebagai manusia pasti dan tentu saja membutuhkan pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan sehingga dapat menghasilkan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. bagi rekan-rekan yang ingin mendownload contoh format dari surat lamaran pekerjaan silahkan klik disini Read More..

Minggu, 25 Juli 2010

HAK ASASI MANUSIA

BAB I

PENDAHULUAN

Kebebasan dari kemelaratan merupakan perkembangan baru dalam sejarah HAM. Hak-hak plitik saja tidak cukup, kegiatan politik seperti ikut serta dalam pemilu tidak ada artinya apabila kebutuhan sandang, pangan, tempat tinggal tidak terpenuhi. Sejalan dengan itu Komisi Hak Asasi Manusia (Comision Of Human Right) tahun 1946 yang didirikan olehPBB berhasil menetapkan secara resmi beberapa hak ekonomi dan sosial. Kemudian pad atahun 1948 pernyataan sedunia tentang hak-hak asasi Manusia (Universitas Declaration of Human Right) ditandatangani oleh PBB.

Tujuan didirikannya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) bertujuan untuk menegakkan hak asasi Manusia.



BAB II

HAK ASASI MANUSIA

A. Pengertian Hak Asasi Manusia

Hak asasi manusia adalah hak-hak dasar yang dimiliki manusia sejak ia dilahir yang bersifat kodrati dan universal. Kodrati artinya hak asasi manusia merup anugrah Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan universal artinya hak asasi itu tidak mengenal perbedaan ras, suku, keturunan, agama, atau jenis kelamin. Hak­ yang paling dasar bagi manusia, menurut John Locke ada tiga yaitu hak hidup, hak merdeka, dan hak milik.

Pengertian hak Asasi Manusia menurut pasal 1 ayat (1) Undang-Undang No tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia adalah “Seperangkat hak yang melekat pada hakekat keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa merupakan anugrah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan perlindungan harkat dan martabat manusia”.

B. Sejarah Perkembanan Hak Asasi Manusia

Negara dibentuk sebagai sarana untuk memenuhi tujuan hidup manusia, negara, bukan merupakan tujuan, oleh karena itu negara harus dapat memberikan kebebasan-kebebasan kepada warganya dalam kerangka pencapaian tujuan hidupnya. Namun dalam sejarah perkembangan umat manusia telah tercatat berbagai macam penindasan yang dilakukan oleh manusia terhadap manusia lainnya. Sejarahpun mencatat banyak kejadian seseorang atau sekelompok orang melakukan perlawanan terhadap penindasan yang dilakukan oleh orang atau rezim. Perlawanan yang dilakukan merupakan perjuangan untuk membebaskan hak asasinya yang telah dirampas. Perjuangan mereka telah melahirkan beberapa naskah pengakuan terhadap hak-hak asasi manusia.

C. Macam-Macam Hak Asasi Manusia

Sejalan dengan perkembangan zaman, hak asasi manusiapun mengalami perkembangan, yang tujuannya adalah untuk melengkapi konsep mengenai hak asasi manusia yang sebelumnya. Secara umum dewasa ini para pemerhati HAM menggolongkan HAM menjadi:

a. Hak Asasi Pribadi (Personal Rights) yaitu meliputi kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan memeluk agama dan kebebasan bergerak.

b. Hak Asasi Ekonomi (Property Rights) yaitu hak untuk memiliki, membeli, menjual,dan memanfaatkan sesuatu.

c. Hak Asasi Politik (Political Rights) yaitu hak ikut serta dalam pemerintahan, hak dipilih dan memilih dalam pemilu, dan hak untuk mendirikan parpol.

d. Hak Asasi untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (Rights of Legal Equality).

e. Hak Asasi Sosial dan Kebudayaan (Social and Cultural Rights) yang meliputi hak untuk memilih pendidikan dan mengembangkan kebudayaan.

f. Hak Asasi untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam tata cara peradilan dan perlindungan (Procedural Rights) misalnya peraturan dalam hal penahanan, penangkapan, penggeledahan peradilan.

D. Proses Pengadilan HAM Internasional

a. Pengadilan kejahatan internasional Ad Hoc.

Pengadilan kejahatan internasional Ad Hoc (Mahkamah Keja Internasional yang khusus dan terbatas) setelah selesai mengadili kemudian dibubarkan. Pengadilan kejahatan internasional Ad Hoc ada dua cara yaitu

1. Dibentuk oleh negara-negara berdasarkan perjanjian internasi Contohnya adalah Pengadilan Militer Internasional yang berkedudukan Nerenburg dan Tokyo untuk mengadili penjahat perang Jerman Jepang.

2. Dibentuk melalui Dewan Keamanan PBB. Contohnya adalah Pengadilan Kejahatan Internasional untuk Yugoslavia, untuk mengadili pelanggaran HAM di Yugoslavia.

b. Pengadilan kejahatan internasional yang bersifat permanen.

1. Mahkamah Internasional, yang berkedudukan di Den Haag. Mahkamah ini berwenang memutus perkara hukum yang dipersengketakan antar negara dan memberi pertimbangan hukum berbagai kasus yang dilimpahkan kepadanya.

2. Mahkamah Militer Internasional, yang dibentuk pada tahun 1945 bertugas mengadili pelaku kejahatan perang, misalnya kejahatan Perang Dunia II.

3. Mahkamah Pidana Internasinal, dibentuk berdasarkan Statuta Roma pada tanggal 17 Juli 1998 bertugas untuk mengadili tindakan kejahatan kemanusiaan dan memutus mata rantai kekebalan hukum.

Bentuk pengadilan terhadap pelanggaran HAM internasional dapat digambarkan dalam bentuk bagan sebagai berikut:

Bentuk Pengadilan terhdap Pelanggaran HAM secara Internasional


Sumber : Drs. Abdurrahman, M.Pd, hal. 55

E. Partisipasi Terhadap Penegakan HAM

Penegakan hak asasi manusia merupakan kewajiban negara, pemerintah, hukum dan setiap orang. Oleh karena itu kita semua harus ikut serta menegakannya sesuai dengan peranan kita masing-masing, baik di sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat. Keikutsertaan kita dalam penegakan hak asasi manusia dapat kita lakukan diantaranya dengan cara:

1. Melaporkan adanya pelanggaran HAM yang kita jumpai kepada KOMNASHAM atau aparat lainnya.

2. Memberikan pemahaman kepada orang lain mengenai perlunya mengetahui, memahami dan menegakkan hak asasi manusia yang kita miliki

3. Ikut serta mempelajari, mengawasi dan menilai kebijakan-kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan penegakan HAM.

F. Penegakan HAM dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara

Agar kepentingan warga dapat selaras dan tidak menimbulkan pelanggaran kepentingan HAM, maka setiap warga negara yang baik harus menunjukan perilaku sebagai berikut.

a. Lingkungan Masyarakat

1. Setiap warga masyarakat harus menyadari kedudukannya sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab karena masing-masing warga masyarakat mempunyai kedudukan yang sama dalam hukum.

2. Setiap warga masyarakat harus menyadari kewajiban sebagai bagian dari masyarakatnya.

3. Setiap warga masyarakat menyadari hak dan kewajiban masing-masing sesuai dengan peraturan.

4. Setiap warga masyarakat harus ikut bertanggung jawab terhadap pembangunan nasional.

BAB III

KESIMPULAN

Manusia memiliki hak-hak yang paling dasar yaituhakhidup, hak merdeka, dan hak milik. Oleh karena itu negara harus dapat memberikan kebebasan – kebebasan kepada warganya agar t ercapai tujuan hidupnya.

Hak asasi manusia mengalami perkembangan yang tujuannya adalah untuk melengkapi konsep mengenai hak asasi manusia yang sebelumnya. Secara umum para pemerhati Ham menggolongkan HAM menjadi beberapa yaitu : Hak Asasi Pribadi, hak Asasi untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hkum dan pemerintahan, hak asasi sosial dan kebudayaan.

Penegakan HAM merupakan kewajiban negara, pemerintah hukum dan setiap orang agar warga dapat hidup selaras dan tidak menimbulkan pelanggaran terhadap Ham tersebut.
Read More..

AUTOFORMAT PADA EXCEL

AUTOFORMAT PADA MS. EXEL

Memformat Spreadsheet menggunakan AutoFormat
Spreadsheets biasanya mengandung banyak data. Hal ini dapat membuat sulit, jika tidak mungkin bagi pengguna untuk menemukan informasi yang mereka cari. Memformat spreadsheet secara efektif dapat mengubah itu. Sebuah pilihan yang baik dari warna latar belakang, gaya font dan ukuran font, plus opsi format lain dapat membuat informasi yang paling penting pada spreadsheet menonjol dari sisa data.BACA SELANJUTNYA.


Apabila belum nyaman dengan semua pilihan format yang tersedia, kita dapat menggunakan pilihan AutoFormat untuk memberikan spreadsheet kita yang terlihat profesional dan membuat mereka mudah dibaca.
Ada 17 AutoFormat gaya tersedia. Gaya ini mempengaruhi format enam area utama: format nomor, perbatasan, font, pola dan warna latar belakang, pengaturan dan ukuran kolom dan baris.

Pilih Style yang tepat.
Beberapa gaya sangat "grafis intensif" dan tidak akan dicetak dengan baik, dan beberapa yang tidak sesuai untuk laporan bisnis. Pastikan untuk memilih gaya yang sesuai dengan topik kita dan pengunjung kita.
Jika tidak ada gaya yang cukup sesuai dengan keinginan kita, Kitadapat memodifikasi mereka baik sebelum atau setelah mereka telah diterapkan ke worksheet kita. Untuk mengubah gaya sebelum mengaplikasikannya, klik pada tombol pilihan pada kotak dialog AutoFormat. Melakukan hal itu, akan memungkinkan Kitauntuk tidak memilih salah satu dari enam daerah format seperti font, perbatasan, atau keselarasan sebelum menerapkan gaya. Contoh spreadsheet dalam kotak dialog akan menunjukkan apa gaya akan terlihat seperti dengan pilihan yang berbeda terpilih.



Fine-Tune Gaya Pilihan Kita
Setelah Kita telah menerapkan gaya, Kita dapat memodifikasi lebih jauh menggunakan pilihan format Excel biasa terletak di bawah menu Format dan pada toolbar format. Banyak orang menggunakan opsi-opsi AutoFormat sebagai titik awal dan kemudian menggunakan pilihan format biasa untuk menyempurnakan pilihan mereka sehingga memenuhi kebutuhan mereka dengan tepat.

Langkah-Langkah untuk menerapkan gaya AutoFormat ke worksheet
1. Pilih hanya data pada lembar kerja yang Kitainginkan diformat.
2. Pilih Format, kemudian pilih AutoFormat dari menu untuk membuka kotak dialog AutoFormat.

3. Gulir di dalam daftar gaya.
4. Klik pada salah satu yang ingin Kitagunakan.
5. Klik OK.


DAFTAR PUSTAKA


http://spreadsheets.about.com/od/tipsandfaqs/qt/autoformat.htm

Read More..

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

Pengertian Psikologi Perkembangan, Ruang Lingkup Psikologi Perkembangan, Manfaat Mempelajari Psikologi Perkembangan, Bagi rekan-rekan yang ingin melihat materi tersebut selengkapnya silahkan lihat di sini


A. Pengertian Psikologi Perkembangan
Secara etimologi Psikologi Perkembangan berasal dari kata “Psikologi” dan “Perkembangan”. “Psikologi” berarti ilmu jiwa.
Sedangkan “Perkembangan” berarti perubahan-perubahan yang dialami individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya atau kematangannya (maturation) yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan, baik menyangkut fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah) .
Secara Epitomologi, para ahli mengartikan Psikologi Perkembanga sebagai berikut :
1. " .... That branch of psychology which studies processes of pra and post natal growth and the maturation of behavior". Maksudnya adalah "psikologi perkembangan merupakan cabang dari psikologi yang mempelajari proses perkembangan individu, baik sebelum maupun setelah kelahiran berikut kema¬tangan perilaku" (J.P. Chaplin, 1979).
2. Psikologi perkembangan merupakan "cabang psikologi yang mempelajari perubahan tingkah laku dan kemampuan sepan¬jang proses perkembangan individu dari mulai masa konsepsi sampai mati" (Ross Vasta, dkk., 1992).
3. Menurut Prof. Dr. F.J. Monks, Prof. Dr. A.M.P. Knoers, dan Prof. Dr. Sin Rahayu Haditoro dalam Psikologi Perkembangan: "Psikologi perkembangan adalah suatu ilmu yang lebih mempersoalkan faktor-faktor umum yang mempengaruhi proses perkembangan (perubahan) yang terjadi dalam diri pribadi sese¬orang, dengan menitikberatkan pada relasi antara kepribadian dan perkembangan".
4. Menurut Dra. Kartini Kartono dalam Psikologi Anak: "Psikologi perkembangan (psikologi anak) adalah suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang dimulai dengan periode masa bayi, anak pemain, anak sekolah, masa remaja, sampai periode adolesens menjelang dewasa".
5. Dalam Encyclopedia International: Developmental psychology is a branch of psychology devoted been placed on the search for those elements of behavior in the child which are thought to be prerequisite for complex adult behavior (Psikologi perkembangan adalah suatu cabang dari psikologi yang mengetengahkan pembahasan tentang perilaku anak. Secara historis titik berat pembahasannya pada penganalisaan elemen-elemen perilaku anak yang dimungkinkan akan menjadi sarat terbentuknya perilaku dewasa yang kompleks).
6. Carter V Good dalam Dictionary of Education: Developmental psychology: The branch of psychology concerned with the course or progressive stages of behavior, considered phylogenetically and ontogenetically, and including both the phases of growth and of decline, broader in meaning than genetic psychology, though the terms are frequently use interchangeably. (Psikologi perkembangan adalah cabang dari psikologi yang membahas tentang arah atau tahapan kemajuan dari perilaku, dengan mem¬pertimbangkan phylogenetic dan ontogenetic, termasuk semua phase pertumbuhan dan penurunan. Hal ini berarti adanya pembatasan yang lebih luas dari pengertian ilmu jiwa keturunan, walaupun bentuk dan polanya ada persamaannya serta dapat dipertukarkan).
Sejak masa konsepsi (pembuahan) terjadilah perubahan secara terus menerus yang disebabkan karena adanya saling pengaruh antara proses biologis dengan input berupa pengalaman yang diperoleh dari lingkungan.
Perubahan yang terjadi ini tidak dapat kita amati dengan mudah. Terutama perubahan psikis. Akibat dari perubahan-perubahan ini, secara bertahap menimbulkan perubahan-perubahan dalam tingkah laku sosial individu serta pengalaman emosionalnya.
Psikologi perkembangan merupakan cabang dari Psikologi yang menelaah berbagai perubahan baik fisik maupun psikis yang terjadi sepanjang rentang kehidupan seseorang.
Dari beberapa definisi yang telah dikemukakan diatas penulis dapat mengambil pengertian Psikologi Perkembangan yakni ilmu pengetahuan yang merupakan cabang dari Psikologi yang membahas tentang gejala jiwa seseorang, baik mengenai tingkah laku dan proses perkembangan ataupun kemunduran perilaku seseorang sejak masa konsepsi hingga dewasa.

B. Ruang Lingkup Psikologi Perkembangan
Psikologi perkembangan merupakan sub disiplin ilmu psikologi yang merupakan studi sistematis tentang :
1. Proses Bertingkah Laku (behavioral processes) atau gejala jiwa seseorang.
Artinya, psikologi perkembangan mempelajari masalah pertumbuhan dan kemunduran yang dimulai dari masa pembuahan sampai kematian. Pertumbuhan biasanya terjadi pada awal masa kehidupan individu hingga masa pertengahan. Sedang kemunduran lebih umum terjadi sejak masa pertengahan hingga akhir hayat manusia.
2. Fakto Penyebab dan proses yang melahirkan perubahan prilaku.
Faktor-faktor ini pada umumnya meliputi warisan genetika, karakteristik biologis dan struktur otak, lingkungan fisik dan sosial dalam kehidupan dan pengalaman-pengalaman yang dialami seseorang.

C. Manfaat Mempelajari Psikologi Perkembangan
Banyak sekali manfaat mempelajari psikologi perkembangan. Diantara manfaat-manfaat tersebut adalah :
 Dengan mempelajari psikologi, orang akan mengetahui fakta-fakta dan prinsip-prinsip mengenai tingkah laku manusia.
 Pengenalan dan pemahaman terhadap kehidupan jiwa sendiri merupakan bahan yang sangat penting untuk dapat memahami kehidupan jiwa orang lain.
 Untuk memahami diri kita sendiri, dengan mempelajari psikologi sedikit banyak orang akan mengetahui kehidupan jiwanya sendiri, baik segi pengenalan, perasaan, kehendak, maupun tingkah laku lainnya.
 Dengan mengetahui jiwanya dan memahami dirinya itu maka orang dapat menilai dirinya sendiri, sehingga dapat mengetahui prilaku yang baik bagi dirinya dan orang lain.
 Dengan bekal pengetahuan psikologi juga dapat dipakai sebagai bahan untuk menilai tingkah laku normal, sehingga kita dapat mengetahui apakah tingkah laku seseorang itu sesuai tidak dengan tingkat kewajarannya, termasuk tingkat kenormalan tingkah laku kita sendiri.
 Dapat mengarahkan seseorang untuk berbuat dan berperilaku yang selaras dengan tingkat perkembangan orang lain.
Pengetahuan Psikiologi Perkembangan, sangat berguna bagi guru, yaitu dengan bekal psikologi perkembangan:
 Mereka dapat memilih dan memberikan materi pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak didik pada tiap tingkat perkembangan tertentu.
 Mereka dapat memilih metode pengajaran dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat perkembangan pemahaman murid-murid mereka.
 Para guru dapat memahami dan memberikan bimbingan kepada anak, sesuai dengan taraf perkembangan anak didiknya, sehingga proses pendidikan akan berjalan dengan sukses dalam mencapai tujuannya.
Read More..

Rabu, 28 April 2010

Materi Perpustakaan (Power Point)

Nama File: Materi Perpustakaan (Power Point)

Bagi temen-temen mahasiswa yang ingin mengetahi mengenai cara membuat katalog di dalam perpustakaan kali ini saya mengupload sebuah file dalam bentuk PPT, yang saya dapatkan setelah saya mengikuti Mata Kuliah Perpustakaan yang diberikan oleh Dosen Saya Bapak Isa Ansori yang telah berbaik hati memberikan file ini kepada saya yang pada kesempatan ini saya akan berbagi kepada teman-teman sekalian yang ingin mengetahui tentang bagaimana cara membuat Katalog di Perpustakaan.

SIlahkan kepada teman-teman yang ingin mendownload filenya dengan mengklik disini:
Read More..

Senin, 11 Januari 2010

SUPERVISI PENDIDIKAN

MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI SUPERVISI PENDIDIKAN

MATA KULIAH

SUPERVISI PENDIDIKAN

DISUSUN OLEH :

NAMA : SUBAIDI

NPM : 0840571

PRODI : PAI

SEMESTER : III (TIGA)


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI

(STAIN) JURAI SIWO METRO

2009





KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT, baik nikmat iman, islam, dan sehat, sehingga kita dapat menjalankan aktifitas kita sehari-hari. Tidak lupa shalawat dan salam selalu terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang mendapatkan syafa’atnya di akhir zaman.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada Ibu Dra. Ida Umami, M.Pd., selaku Dosen Pengampu mata kuliah Supervisi Pendidikan, yang telah memberikan bimbingannya kepada kami. Tidak lupa rasa terimakasih saya haturkan kepada teman-teman seperjuangan yang telah semangat dalam menuntut ilmu yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan tugas ini..

Kami berharap semoga makala ini dapat bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan bagi pembaca dan saya khususnya. Penulis hanyalah manusia biasa yang mempunyai kesalahan dan kekurangan, oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari semua pihak sangat penulis harapkan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Metro, November 2009

Penulis




DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................. i

KATA PENGANTAR................................................................................. ii

DAFTAR ISI............................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN........................................................................ 1

A. Latar Belakang Masalah .......................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN ......................................................................... 2

A. Pengertian Supervisi Pendidikan............................................... 2

B. Tujuan Supervisi Pendidikan..................................................... 3

C. Fungsi Supervisi Pendidikan .................................................... 3

D. Peranan Supervisor Pendidikan................................................ 4

E. Tugas-Tugas Supervisor / Pengawas......................................... 5

F. Wewenang dan Tanggung Jawab Supervisor............................. 7

G. Ciri-Ciri Supervisor yang Baik.................................................. 8

BAB III KESIMPULAN .......................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA



BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Manusia adalah pelaku utama dalam dunia pendidikan. Semua unsur-unsur pendidikan, manusialah yang menjalannya. Akan tetapi, tiada manusia di dunia ini yang sempurna. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan pendidikan yang sebenarnya, tentu saja haruslah ada pihak yang mengawasi pelaksanaan pendidikan tersebut. Jika pendidikan tersebut tidak diawasi, banyak personal-personal yang menyalah gunakan wewenang dan kewajibannya. Karena tidak bisa diungkiri pada dasarnya manusia memiliki rasa kurang cukup atas apa yang telah didapatkannya. Manusia selalu ingin mendapatkan lebih baik lagi dari pada apa yang ia dapatkan. Apabila keinginan ini tidak terkontrol maka timbullah tindakan-tindakan yang tercela, seperti korupsi baik waktu maupun material.

Selain unsur manusia yang serba kekurangan, pendidikan juga harus mengikuti perkembangan zaman. Dimana perkembangan zaman sekarangan ini mengalami perkembangan yang sangat cepat. Semua hal yang tadinya mustahil kini tidak mustahil lagi. Dalam hal ini, pendidikan juga harus mengikuti perkembangan zaman. Baik materi yang disampaikan maupun strategi-strategi bahkan metode-metode yang digunakan oleh para pendidik harus sesuai dengan perkembangan zaman sekarang ini.

Agar para guru dapat memberikan materi dan metode yang sesuai dengan perkembangan zaman, maka ia harus sering diberikan arahan-arahan yang baik dan latihan-latihan.

Dari masalah-masalah diatas, timbullah pertanyaan dalam pemikiran penulis diantaranya: Lantas siapakah yang berhak memberikan pengawasan pendidikan tersebut? Siapakah yang diberi kewajiban dan wewenang untuk memberikan bimbingan dan pelatihan kepada guru-guru sehingga guru dapat memberikan pengajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman? Penulis akan membahas masalah ini pada bab berikutnya.

1


BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Supervisi Pendidikan

Dalam Dictionary of Education Good Carter memberikan pengertian bahwa supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulusi, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajran dan metode serta evaluasi pengajaran.

Menurut Boardman Et Al, yang dikutip oleh Prof. Drs. Piet A. Sahertian, mengungkapkan bahwa supervisi pendidikan adalah suatu usaha menstimulasi, mengkoordinasi dan membimbing secara kontinu pertumbuhan guru-guru di sekolah baik secara individual maupun secara kolektif, agar lebih mengerti dan lebih efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi pengajaran. Dengan demikian mereka dapat menstimulasi dan membimbing pertumbuhan tiap murid secara kontinu serta mampu dan lebih cakap berpartisipasi dalam masyarakat demokrasi modern.[1]

Menurut Mc Nerney yang dikutip oleh Prof. Drs. Piet A. Sahertian, mengungkapkan bahwa supervisi itu sebagai suatu prosedur memberi arah serta mengadakan penilaian secara kritis terhadap proses pengajaran.

Dari berberapa pengertian diatas, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa supervisi pendidikan itu adalah Suatu kegiatan pengawasan terhadap semua unsur-unsur pendidikan yang tujuan utamanya mempelajari dan memperbaiki secara bersama-sama faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga tercapainya tujuan pendidikan.

2


B. Tujuan Supervisi Pendidikan

Tujuan supervisi adalah memberikan layanan dan bantuan untuk mengembangan situasi belajar-mengajar yang dilakukan guru di kelas[2].

Menurut Olive yang dikutip oleh oleh Prof. Drs. Piet A. Sahertian, dalam bukunya Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia, mengemukakan bahwa tujuan supervisi pendidikan yaitu

1. Mengembangkan kurikulum yang sedang dilaksanakan di sekolah.

2. Meningkatkan proses belajar-mengajar di sekolah.

3. Mengembangkan seluruh staf di sekolah.

Dengan demikian jelas bahwa tujuan supervisi ialah memberikan layanan dan bantuan untuk meningkatkan kualitas mengajar guru di kelas yang pada gilirannya untuk meningkatkan kualitas belajar siswa.

C. Fungsi Supervisi Pendidikan

Fungsi utama supervisi modern yang dikemukakan oleh Drs. Piet A. Sahertian ialah menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajara peserta didik[3].

Menurut Swearingen dalam bukunya Supervision of Instruction – Foundation and Dimension (1961). Ia mengemukakan 8 fungsi supervisi yaitu:

1. Mengkoordinasi semua usaha sekolah.

2. Memperbaiki kepemimpinan sekolah.

3. Memperluas pengalaman guru-guru.

4. Menstimulasi usaha-usaha yang kreaktif.

5. Memberi fasilitas dan penilaian yang terus menerus.

6. Menganalisis situasi belajar-mengajar.

7.

3

Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada setiap anggota staf.

8. Memberi wawasan yang lebih luas dan terintegrasi dalam merumuskan tujuan-tujuan pendidikan dan meningkatkan kemampuan mengajar guru-guru.

D. Peranan Supervisor Pendidikan

Menurut Olive yang dikutip oleh oleh Prof. Drs. Piet A. Sahertian, dalam bukunya Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia[4], peranan supervisi pendidikan diantara :

1. Sebagai koordinator, ia dapat mengkoordinasi program belajar-mengajar, tugas-tugas anggota staf berbagai kegiatan yang berbeda-beda di antara guru-guru.

2. Sebagai konsultan, ia dapat memberi bantuan, bersama mengkonsultasikan masalah yang dialami guru baik secara individual maupun secara kelompok.

3. Sebagai Pemimpin Kelompok, ia dapat memimpin sejumlah staf guru dalam mengembangkan potensi kelompok, pada saat mengembangkan kurikulum, materi pelajaran dan kebutuhan profesional guru-guru secara bersama. Sebagai pemimpin kelompok ia dapat mengembangkan keteramplan dan kiat-kiat dalam bekerja untuk kelompok, bekerja dengan kelompok, dan bekerja melalui kelompok.

4. Sebagai evaluator, ia dapat membantu guru-guru dalam menilai hasil dan proses balajar, dapat menilai kurikulum yang sedang dikembangkan.

4

Menurut Departemen Agama Republik Indonesia, dalam sebuah buku yang diterbitkan berjudul Pedoman Pelaksanaan Supervisi Pendidikan, peranan seorang supervisor ialah menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga guru-guru merasa aman dan bebas, dalam mengembangkan potensi dan daya kreasi mereka dengan penuh tanggung jawab. Suasana yang demikian hanya dapat terjadi bila kepemimpinan dari supervisor itu bercorak demokratis bukan otokratis atau laissez faire[5].

E. Tugas-Tugas Supervisor / Pengawas

Berdasarkan SK Menpan No. 118/1996, tugas pokok pengawas adalah menilai dan membina teknis pendidikan dan administrasi pada suatu pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya[6].

Hal-hal yang berkaitan dengan teknis pendidikan meliputi kurikulum, proses belajar mengajar, evaluasi dan kegiatan ekstrakurikuler. Sedangkan hal-hal yang berkaitan dengan teknis administrasi meliputi administrasi personil, administrasi materil dan administrasi operasionil.

1. Supervisi Teknis Pendidikan

a. Supervisi terhadap Kurikulum

Dalam melaksanakan supervisi terhadap kurikulum, para supervisor / pengawas dapat menggunakan berbagai teknik supervisi, antara lain kunjungan sekolah, observasi kelas dan wawancara.

b. Supervisi terhadap Proses Belajar Mengajar

Dalam melakukan pengawasan / supervisi terhadap Proses Belajar Mengajar, pengawas mencermati hal-hal diantaranya: Persiapan mengajar guru, pelaksanaan sarana dan media pembelajaran, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, kemampuan dalam mengembangkan, penilaian atau evaluasi proses dan hasil belajar siswa.

c. Supervisi terhadap Penilaian / Evaluasi

5

Dalam melakukan supervisi / pengawasan terhadap evaluasi / penilaian, pengawas hendaknya mencermati hal-hal diantaranya : apakah penilaian yang dilakukan guru sesuai dengan materi dan tujuan yang ingin dicapai? Apakah penilaian yang dilakukan guru relevan dengan aspek yang ingin dikembangkan? Apakah butir-butir soal yang diajukan telah sesuai dengan tingkat perkembangan siswa?.

d. Supervisi terhadap kegiatan Ekstrakurikuler

Dalam melakukan supervisi terhadap kegiatan ekstrakurikuler, para supervisor / pengawas hendaknya mengamati betul hal-hal berikut :

1) Apakah kepala sekolah senantiasa mendorong dilaksanakannya kegiatan ekstrakurikuler di sekolah tersebut?

2) Apakah dalma kegiatan ekstrakurikuler itu hanya guru yang berperan dan mengabaikan peran serta siswa?

3) Kegiatan ekstrakurikuler apa saja yang dilaksanakan di sekolah yang di awasai?

4) Adakah dampak positif dari kegiatan ekstrakurikuler dan apa pula kendala-kendalanya.

2. Supervisi Teknis Administrasi

a. Supervisi administrasi personil

Dalam melakukan kegiatan supervisi administrasi personil, para supervisor perlu mencermati hal-hal sebagai berikut :

1) Tentang kepala sekolah

2) Tentang pegawai tata usaha

3) Tentang guru dan wali kelas

4) Tentang siswa

b. Supervisi administrasi materil

Dalam melakukan kegiatan supervisi materil, para supervisor/ pengawas perlu mencermati hal – hal yang berkaitan tentang perlengkapan sekolah.

c. Supervisi administrasi operasional

Dalam melaksanakan kegiatan supervisi administrasi operasional, para supervisor hendaknya mencermati hal-hal sebagai berikut :

1)

6

Pengembagan tri pusat pendidikan yang mencakup hubungan sekolah dengan keluarga dan masyarakat.

2) Pembinaan dan pengembangan siswa-siswi berbakat pada sekolah tersebut.

3) Pengembangan dan pembinaan organisasi siswa.

4) Pengembangan dan pemantapan kegiatan sosial kemasyarakatan di sekolah dan lingkungan sekitar.

Perlu digaris bawahi bahwa dalam menjalankan tugas-tugas sebagai supervisor diatas, tidaklah mudah semudah membalikkan telapak tangan. Terutama dalam menjalin kerja sama antara semua pihak yang terkait dalam pendidikan. Disini dibutuhkan waktu, kesabaran dan pengorbanan dalam membina kerja sama yang baik itu.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keperbahasilan seorang supervisor dalam menjalankan tugasnya yaitu:

1. Lingkungan masyarakat tempat sekolah itu berada.

2. Besar kecilnya sekolah yang menjadi tanggung jawab kepala sekolah/ supervisor.

3. Tingkat dan jenis sekolah.

4. Keadaan guru-guru dan pegawai yang tersedia.

5. Kecakapan dan keahlian kepada sekolah itu sendiri[7].

F. Wewenang dan Tanggung Jawab Supervisor

Wewenang dan tanggung jawab seorang supervisor dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Wewenang

a. Memilih dan menentukan metode kerja untuk mencapai hasil yang optimal dalam melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kode etik profesi.

b.

7

Menetapkan tingkat kinerja guru dan tenaga lainnya di sekolah / madrasah serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

c. Menentukan dan mengusulkan program-program pembinaan serta melakukan pembinaan.

2. Tanggung jawab

a. Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan di sekolah.

b. Meningkatkan kualitas guru, siswa, kepala sekolah / madrasah dan seluruh staf sekolah yang berada dibawah wilayah pembinaan.

c. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana pendidikan di sekolah / madrasah di wilayah pembinaannya[8].

G. Ciri-Ciri Supervisor yang Baik

Seorang supervisor hendaklah memiliki ciri-ciri pribadi sebagai guru yang baik, memiliki pembawaan kecerdasan yang tinggi, pandangan yang luas mengenai proses pendidikan dalam masyarakat, kepribadian yang menyenangkan dan kecakapan melaksanakan human relation yang baik. Dia juga harus orang yang cinta pada anak-anak dan menaruh minat terhadap mereka dan masalah-masalah belajar mereka. Kecapannya dalam menggunakan proses kelompok sangat vital, dia harus capak memimpin kelompok menurut prinsip-prinsip demokratis, memiliki kecakapan dan keteguhan hati untuk mengambil tindakan cepat terhadap kesalahan-kesalahan yang telah diperbuatnya untuk segera diperbaiki[9].

Selain ciri-ciri diatas, ciri-ciri seorang supervisor yang baik yaitu memiliki ilmu administrasi dan memahami fungsi-fungsi administrasi dengan sebaik-baiknya, berpengetahuan luas, berwibawa dan memiliki kecakapan praktis tentang teknik-teknik kepengawasan, terutama human relation, memiliki sifat-sifat jujur, konsekuens, ramah dan rendah hati.

8


BAB III

KESIMPULAN

Dari uraian di atas, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa pengertian supervisi pendidikan itu adalah suatu kegiatan pengawasan terhadap semua unsur-unsur pendidikan yang tujuan utamanya mempelajari dan memperbaiki secara bersama-sama faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga tercapainya tujuan pendidikan.

Adapun yang menjadi Tujuan supervisi adalah memberikan layanan dan bantuan untuk mengembangan situasi belajar-mengajar yang dilakukan guru di kelas.

Fungsi utama supervisi modern ialah menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran peserta didik.

Peranan supervisi pendidikan yaitu Sebagai koordinator, Sebagai konsultan, Sebagai Pemimpin Kelompok.

Tugas pokok pengawas adalah menilai dan membina teknis pendidikan dan administrasi pada suatu pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya.

Adapun yang menjadi ciri-ciri seorang supervisor yang baik yaitu memiliki ilmu administrasi dan memahami fungsi-fungsi administrasi dengan sebaik-baiknya, berpengetahuan luas, berwibawa dan memiliki kecakapan praktis tentang teknik-teknik kepengawasan, terutama human relation, memiliki sifat-sifat jujur, konsekuens, ramah dan rendah hati.

Dengan demikian melalui kegiatan supervisi dapat meningkatkan mutu pendidikan pada lembaga pendidikan yang disupervisi.

9


DAFTAR PUSTAKA


Departemen Agama Republik Indonesia. Pedoman Pengembangan Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Jakarta. 2000.

Departemen Agama Republik Indonesia. Pedoman Pelaksana Supervisi Pendidikan. Jakarta. 2000

Drs. Diet A. Sahertian dan Drs. Frans Mataheru Dip. ED. AP. Prinsip dan Teknik Supervisi Pendidikan. Surabaya : Usaha Nasional. 1982.

Drs. Edi Kusnadi. Supervisi Pendidikan (Diklat Kuliah). IAIN Raden Intan Metro. Perpustakaan Fakultas Tarbiyah. 1992.

Prof. Drs. Piet A. Sahertian. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta : PT. Rineka Cipta

10



[1] Prof. Drs. Piet A. Sahertian. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta : PT. Rineka Cipta. 2008. hh. 16-17.

[2] Ibid. hal. 19.

[3] Ibid. hal. 21.

[4] Ibid. hal. 25.

[5] Departemen Agama Republik Indonesia. Pedoman Pelaksana Supervisi Pendidikan. Jakarta. 2000. hal 32.

[6] Departemen Agama Republik Indonesia. Pedoman Pengembangan Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Jakarta. 2000. hal. 61.

[7] Drs. Edi Kusnadi. Supervisi Pendidikan (Diklat Kuliah). IAIN Raden Intan Metro. Perpustakaan Fakultas Tarbiyah. 1992. hal. 44.

[8] Opcit.. Hh. 71-74.

[9] Opcit. Hh. 49-50.

Read More..